Dadar gulung adalah salah satu jajanan pasar tradisional Indonesia yang
memiliki akar sejarah panjang dan erat dengan budaya kuliner masyarakat Jawa
dan Bali. Nama “dadar” berarti telur dadar atau kulit tipis, sedangkan “gulung”
merujuk pada cara penyajiannya yang digulung dengan isi di dalamnya. Hidangan
ini sudah dikenal sejak masa kerajaan Jawa ketika masyarakat mulai mengolah
tepung beras, santan, dan kelapa sebagai bahan pokok. Dadar gulung awalnya
dibuat sebagai makanan rumahan sederhana, namun kemudian berkembang
menjadi sajian khas dalam acara adat, syukuran, dan perayaan keluarga.
Pada masa lampau, dadar gulung dibuat dengan bahan alami yang mudah
ditemukan di desa, seperti tepung beras, santan, kelapa parut, dan gula merah.
Warna hijau khas kulit dadar gulung berasal dari daun pandan atau daun suji yang
ditumbuk, sehingga tidak hanya memberikan aroma harum tetapi juga
melambangkan kesegaran dan keaslian bahan lokal. Isian berupa unti kelapa
(campuran kelapa parut dan gula merah) menjadi simbol manisnya kebersamaan,
karena jajanan ini sering disajikan dalam acara gotong royong atau kenduri desa.
Seiring perkembangan zaman, dadar gulung menyebar ke berbagai daerah
di Nusantara dengan variasi berbeda. Di Jawa, dadar gulung identik dengan warna
hijau pandan dan isi kelapa gula merah. Di Bali, dadar gulung sering disajikan
dalam upacara adat sebagai simbol kesederhanaan dan rasa syukur. Di Sumatra,
variasi dadar gulung kadang menggunakan tepung terigu dan isi pisang atau ubi.
Popularitasnya semakin meningkat karena bentuknya praktis, rasanya manis
legit, dan harganya terjangkau, sehingga menjadi salah satu jajanan pasar yang
paling digemari.
Pada abad ke-20, dadar gulung mulai dijual di pasar tradisional bersama
jajanan lain seperti klepon, kue lapis, dan nagasari. Kehadirannya di pasar
menjadikannya identitas kuliner rakyat yang mudah diakses semua kalangan.
Memasuki era modern, dadar gulung tidak hanya dijual di pasar, tetapi juga hadir
di restoran, hotel, dan pusat kuliner dengan inovasi baru, seperti dadar gulung isi
cokelat, keju, atau durian. Bahkan, beberapa chef modern mengkreasikan dadar
gulung dengan tampilan artistik untuk menarik wisatawan mancanegara.